Pertimbangan dalam Memilih Sekolah Bagian 2

  1. Cermati fasilitas yang wajib tersedia. • Ruang belajar yang sehat, luasnya sebanding dengan jumlah anak, aman, dan nyaman bagi anak. Pastikan sirkulasi udaranya baik, pencahayaan cukup, kelas tidak terlalu lembap, tidak ada sarana atau prasarana belajar yang dapat membahayakan anak, • Ruang bermain/playground yang aman, sesuai dengan jumlah siswa yang ada, terdapat sarana untuk melatih motorik kasar anak (misalnya: ayunan, perosotan, monkey bar, titian pelangi, jungkat jungkit, jembatan goyang, area untuk bermain bola/ sepeda). • Toilet yang bersih dan ukurannya disesuaikan dengan usia anak (misalnya: urinoir dan wastafel berukuran kecil dengan peletakan yang sesuai dengan tinggi anak). • Media belajar berupa mainan yang bervariasi untuk bermain peran, balok-balok aneka bentuk dan ukuran, aneka bahan untuk membuat hasta karya, area bermain pasir dan air, serta aneka bahan alam. • Ada area belajar yang menggunakan meja kursi (terutama untuk kegiatan yang menggunakan pensil dan kertas), namun ada pula area lesehan untuk kegiatan berkelompok, eksplorasi, dan bermain. • Perpustakaan, anak boleh membaca dan meminjam buku yang disukainya, judul buku beraneka ragam, buku-buku tidak disimpan di ruang kepala sekolah atau di lemari yang terkunci sehingga sukar diakses anak.
  2. Idealnya jarak sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh. Waktu tempuh maksimal 30 menit agar anak tidak kelelahan saat tiba di sekolah.Pertimbangkan pula faktor kemacetan yang dapat membuat anak terlambat tiba di sekolah. Terlambat datang ke sekolah dapat memengaruhi mood anak karena ia kurang mendapatkan waktu “pemanasan” yang cukup sebelum masuk kelas.
  3. Rasio tenaga pengajar dan siswa. Idealnya, jumlah siswa untuk KB adalah 10—12 anak dengan 2 guru. Sedangkan untuk TK adalah 15—20 anak dengan 2 guru pula. Jika ada siswa berkebutuhan khusus, maka dibutuhkan guru pendamping khusus.
  4. Waktu atau jam sekolah. Jam sekolah dan frekuensinya juga perlu diperhatikan. Untuk anak yang KB lebih baik tidak perlu terlalu lama sehingga anak tidak akan menjadi bosan dan lelah, cukup selama maksimal 2,5 jam saja. Sedangkan untuk usia TK sekitar 3—4 jam. Demikian pula dengan frekuensinya, kelompok bermain cukup 2—3 kali seminggu, sedangkan TK bisa 5—6 kali seminggu. Jika orangtua memutuskan untuk memasukkan anak pada full day school, banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama kondisi ­fisik anak.

Pertimbangan dalam Memilih Sekolah

Untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan harapan, tentunya Mama Papa tidak menginginkan si buah hati asal masuk sekolahan. Apalagi, Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) pada dasarnya merupakan tahap persiapan bagi anak untuk dapat mengikuti kegiatan bersekolah yang sebenarnya di sekolah dasar. Untuk itu, ada beberapa hal yang Mama Papa perlu pertimbangkan dalam memilih pendidikan prasekolah ini.

  1. Memiliki visi dan misi yang sama antara pendidik dan orangtua. Pastikan bahwa KB/TK yang dipilih memiliki kesesuaian visi misi dengan orangtua dalam mendidik anak. Visi misi ini bisa dilihat dari kurikulum sekolah dan program-program yang dijalankan. Hal ini sangat penting agar proses pendidikan di rumah dan di sekolah sejalan dan saling mendukung. Ingat, jangan langsung percaya pada brosur atau iklan tentang sebuah sekolah. Sebaiknya Mama Papa meluangkan waktu untuk datang dan menggali informasi secara langsung dari pihak sekolah. Selain itu, carilah informasi tentang sekolah dengan bertanya pada pihak sekolah tentang: tujuan pendidikan di sekolah; cara sekolah mencapai tujuannya tersebut; yang diharapkan dari para siswanya selama bersekolah; kriteria lulusannya; cara siswa belajar; dan lain-lain. Bagaimanapun, sekolah adalah partner orangtua dalam mendidik anak sehingga orangtua perlu memerhatikan: apakah sekolah bersikap terbuka pada orangtua; apakah orangtua mendapatkan informasi yang cukup tentang perkembangan anak sehari-hari; bagaimana sekolah mengatur cara berkomunikasi antara sekolah dengan orang tua; apa yang dilakukan sekolah jika ada masalah dengan anak; dan lain-lain. Beberapa sekolah memberikan laporan perkembangan anak secara berkala, misalnya, melalui buku komunikasi harian, laporan per tiga bulan atau per semester yang harus ditandatangani oleh orangtua. Ada pula yang mengadakan acara pertemuan orangtua setiap bulan dengan materi tentang parenting/ workshop orangtua. Bahkan, ada juga yang melibatkan orangtua dalam proses pembelajaran seharihari sebagai guru tamu.
  2. Pertimbangkan karakter anak dan kebutuhannya. Setiap anak unik, jadi pertimbangkan karakter dan kebutuhan si anak. Sekolah yang bagus untuk beberapa anak belum tentu tepat untuk anak kita. Anak yang lincah dan aktif membutuhkan ruang gerak yang luas sehingga orangtua perlu mempertimbangkan bentuk bangunan sekolah atau ada tidaknya lapangan bermain yang cukup untuk ruang gerak sang buah hati selama bersekolah. Sementara anak yang pendiam dan cenderung pemalu membutuhkan suasana sekolah yang hangat dan suportif untuk memberikan perasaan aman dan nyaman pada anak selama berada di sekolah.
  3. Porsi bermainnya lebih banyak. Sesuai dengan namanya, pendidikan prasekolah, maka harus memiliki porsi bermain lebih banyak daripada belajar “serius” dengan pensil dan aneka lembar kerja/buku pelajaran. KB/TK yang baik dapat mengemas materi pembelajaran (yang merupakan stimulasi perkembangan pada lima aspek utama, yaitu motorik kasar dan halus, kognitif/daya pikir, bahasa, sosial emosi, serta kemandirian) dengan metode bermain yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan pembelajaran seharihari pun bervariasi sehingga minat dan bakat anak dapat dikembangkan. Prasekolah yang terlalu mengedepankan kegiatan akademik (membaca, menulis, dan berhitung) sebaiknya ditinjau ulang tentang visi misinya dalam mendidik anak usia dini. Selain itu, KB/TK yang baik akan menanamkan nilai-nilai moral, budi pekerti, dan etika sejak dini.
  4. Perhatikan kualitas guru. Penting untuk mempelajari kualitas guru/tenaga pendidiknya. Bagaimana pro­ l gurunya? Apakah guru kompeten di bidangnya? Bagaimana prosedur guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar setiap harinya? Bagaimana cara guru berinteraksi dengan siswanya, apakah satu arah ataukah dialogis? Apakah terlalu keras, terlalu bebas ataukah disiplin yang disertai dengan kasih sayang?

Untuk informasi lebih lengkap mengenai tempat persiapan IELTS yang terbaik dapat menyimaknya melalui link berikut ini “ kursus IELTS Jakarta terbaik

Sekolah Berbasiskan Agama Jadi Pilihan Bagian 2

Alhamdulillah, harapan kami terhadap sekolah pun terwujud. Anak kami yang sebelumnya sangat aktif dan tidak dapat fokus, sekarang memiliki progres yang sangat memuaskan. Dia mampu berbagi dan memiliki empati yang jauh lebih baik, memahami siapa Tuhan Allah dan banyak hal. Doa hadis surat-surat pendek mampu dia jelaskan dengan baik. Dia pun tumbuh menjadi anak yang hangat kepada semua teman, padahal sebelumnya adalah anak yang mudah meluapkan amarahnya kepada teman-temannya. Semua berubah 180 derajat. Subhanallah.”

Nancy Indriati, mama dari Jaden Sebastian Angello (Cengkareng – Jakarta Barat)

“Sebelum menyekolahkan anak, banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan, seperti: lokasi sekolah yang dekat rumah, lingkungan yang baik, kebersihan sekolah, tenaga pendidik yang berkualitas, serta program-program yang diajarkan di sekolah. Saya memilih Kelompok Bermain Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, karena sekolah ini tidak hanya mengajarkan bidang akademik semata, tetapi juga budi pekerti. Siswa siswi tidak hanya dituntut bisa calistung (baca-tulis-hitung), tetapi lebih mengedepankan akhlak di atas segalanya.

Selain itu, orangtua pun mendapat banyak hal positif dari sejumlah program yang ada, di antaranya: keihklasan dalam membantu sesama, kesederhanaan, rasa syukur, menebar cinta kasih terhadap sesama tanpa melihat perbedaan, melestarikan lingkungan, mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan masih banyak lagi yang lainnya. Orangtua juga diminta partisipasinya dalam program ‘masak makanan sehat’ yang dipilih secara bergiliran. Oleh karena itu, orangtua jadi lebih bersemangat dalam menyediakan makanan sehat untuk anak-anaknya, baik di rumah maupun di sekolah.

Ditunjang dengan program akademik dan pengajaran budi pekerti yang baik, membawa perubahan yang baik pada anak saya. Di rumah, kebiasaannya berubah menjadi lebih baik, bahkan dia sudah bisa mengingatkan saya jika saya berbuat salah meskipun usianya masih terbilang dini. Harapan saya memiliki anak yang bisa menjadi pribadi unggul dan membanggakan bagi masa depan bangsa dan negara kita, dapat terwujud.

Sekolah Berbasiskan Agama Jadi Pilihan

Beberapa waktu lalu nakita mengadakan survei kecil-kecilan melalui fan pages Facebook dan e-mail, mengenai alasan Mama Papa memilih suatu “sekolah” untuk si buah hati. Survei diikuti oleh 62 orangtua dan setiap responden boleh memberikan jawaban lebih dari satu. Hasilnya, sekolah berbasiskan agama dan jaraknya yang dekat dengan rumah, menjadi dasar pertimbangan banyak orangtua dalam memilih play group/taman kanak-kanak untuk buah hatinya. Tentu, masih ada sejumlah pertimbangan lainnya lagi, silakan Mama Papa lihat dalam boks “Hasil Survei”. Sebelum membahas lebih jauh mengenai pemilihan “sekolah” ini, ada baiknya kita simak dahulu testimoni dari beberapa orangtua yang menjadi peserta survei.

Indah Fitria Dewi Lestari, mama dari Raysheilla Alifa Zahra (Cibinong – Bogor) “Anak saya, Rayz (5) bersekolah di TK ABA Ar Ridhwan.

Pertimbangan saya memilih sekolah tersebut didasarkan pada keinginan saya untuk mengajarkan ilmu agama sedini mungkin, mengingat banyak sekali masalah yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini, yang sebenarnya berawal dari kurangnya budi pekerti dan juga pengetahuan agama. Jadi, selain belajar dan bermain, anak-anak di sekolah ini juga diajarkan membaca iqra, hafalan surat surat pendek, dan doa, sehingga ia bisa belajar sekaligus mengaji.”

Marthalina Lucy, mama dari Galen Yohanes Kobe Friendly (Pondok Gede – Bekasi)

“Saya menyekolahkan anak di TK St. Bellarminus dengan pertimbangan dekat rumah, hanya jalan kaki. Kurikulum belajarnya bagus dan disiplin.

Apalagi pelajaran agamanya sangat kuat. Guru-gurunya baik dan sabar mengajari anak. Karena belajar sambil bermain, anak-anak sangat senang dan betah belajar. Di sekolah juga ada ekskul menari, komputer, drumband, serta bahasa Inggris. Permainannya pun banyak, baik yang ada di luar kelas maupun di dalam kelas yang edukatif. Pertimbangan lainnya, sekolah memiliki kantin yang bersih dan makanannya pun terjamin, sehingga saya tidak khawatir setiap kali anak jajan. Sekolah juga memiliki dokter gigi dan ruang UKS. Sekolah ini telah membantu saya mendidik dan mengajari anak; anak saya makin cepat baca, tulis, dan hitung setelah belajar di sini.”

Dini Fitriasari, mama dari Hayfa Aretha Zizi (Telukjambe – Karawang)

“Saya menyekolahkan Zizi di TKIT Harapan Ummat Karawang dengan pertimbangan: 1. Sekolahnya berbasis agama, agar anak memiliki moral dan pegangan agama yang baik guna bekal hidupnya kelak. 2. Membatasi kapasitas murid sebanyak 15 anak untuk tiap kelas TK A dan TK B, sedangkan Kelompok Bermain sebanyak 10 anak. Tiap kelas didampingi dua guru sehingga kami tidak khawatir anak kami tidak diperhatikan. 3. Metode pembelajarannya memusatkan pada anak, bukan guru, sehingga membuat anak nyaman bersekolah. 4. Belajar dengan metode menyenangkan sehingga anak memahaminya dengan tingkat kesulitan sesuai usianya. 5. Guru yang bersahabat terhadap murid dan wali murid sehingga suasana kekeluargaan terasa baik. 6. Kegiatan yang tidak melulu belajar di kelas membuat anak senang.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing dapat memberikannya pelatihan di tempat les bahasa Perancis di Jakarta yang memiliki pembimbing profesional.

Mito Tablet Fantasy (T77) – Jika Buku Paket Di Tablet

Mito Tablet Fantasy (T77) – Jika Buku Paket Di Tablet

Tablet umumnya hanya menyentuh hal-hal yang berbau browsing internet, baca-baca dan unggah status plus foto di media sosial, nonton video YouTube atau main game. Tak heran kalau fungsi tablet satu dengan lainnya sama saja. Yang membedakan hanyalah soal spek atau desainnya semata. Jika pun tablet diperankan sebagai media belajar, biasanya juga melulu bagi anak-anak atau balita. Di samping itu, umumnya pembuat aplikasi tak mengeksplor lebih banyak fungsi pembelajaran itu. Bagi Mito Mobile, fungsi tablet lalu dikembangkan sebagai media bacaan khusus.

Baca juga : Download Game Ppsspp

Dengan menggandeng salah satu publisher buku paket digital, dijejalkan sebuah aplikasi buku paket pelajaran, khusus SD dan SMP. Walaupun masih bisa ditambahkan lebih banyak buku lagi. Desain Berapakah ukuran layar yang pas untuk menampilkan sebuah buku paket Kalau menyesuaikan dengan ukuran asli sih 10 inch. Tapi bukan kah terlalu besar dan pasti harganya pun lebih mahal. Mito dengan menggunakan subbrand Fantasy-nya mengemas dalam dimensi layar 7 inch.

Desainnya semi unibody, di mana hanya menyisakan ruang untuk menyisipkan dua kartu SIM (mini dan mikro) serta microSD. Ada deretan ini juga menancap sebuah kamera 2 MP. Sedikit membedakan adalah pada style punggung yang tidak dibiarkan sekadar polos. Dengan desain unibody, baterai pun tak bisa dilepas. Browser Tablet dengan OS Kitkat ini memanfaatkan browser Baidu yang tampak lebih impresif dan menyediakan berbagai alternatif akses. Bahkan Baidu dapat dibikin shortcut di layar dengan mode rotator. Pada mode ini, Anda tinggal memutar untuk mencari menu yang diinginkan.

Misalnya saja informasi cuaca, searching, dll. Sehingga ketika browsing tak perlu lagi mencari ikon Baidu. Aplikasi Aplikasi paling menarik tentu saja buku paket digital. Nyaris semua buku pelajaran tersedia di rak buku. Sayang buku ini diset dengan format PDF, sehingga cara membuka halaman harus men-swipe layar, alias tidak seperti membuka buku layaknya.

Walaupun tampil di layar 7 inci, Anda tetap bisa men-zoom jika ingin membesarkan teks. Selain itu tersedia menu bookmark juga share halaman kepada orang lain. Aplikasi lain adalah KingSoft Offi ce yang merupakan andalan untuk mengerjakan tugas dengan format Offi ce Mobile. Aplikasi Babe (Baca Berita), Battery Saver, Mobile Security. Tak ketinggalan toko aplikasi dan layanan milik Mito yaitu Neo Apps.

Case iPhone – Jadi Lebih Eksklusif

Case iPhone – Jadi Lebih Eksklusif

IPhone memang fenomenal dan punya kelas tersendiri. Biasanya, pemiliknya juga ingin tampil eksklusif dengan casing yang bagus, kokoh dan elegan. Berikut beberapa pilihannya.

Info : Berita Teknologi Terbaru

Ahha Wallin Detachable Flipcase iPhone 55S

Berdesain stylish dan modern, dengan warna dual-tone mengilat, tampilan smartphone tampak lebih menarik. Berbahan karet berkualitas, case ini fleksibel dan tahan lama. Bersistem proteksi penuh, termasuk adanya flip cover pada bagian depan, case ini dapat melindungi smartphone secara maksimal. Sebagai tambahan pelindung, ada penutup debu untuk earphone jack dan charging port. Akses ke semua port dan tombol juga terasa mudah.

Cooler Mater iPhone Case Traveller iPhone 44S

Tampil dengan bahan yang berbeda, casing ini terbuat dari premium PolyCarbonate. Desainnya unik, terlihat seperti koper mewah berukuran mini. Bahannya ringan, sehingga tidak menambah beban iPhone 44S. Case ini mampu melindungi ponsel secara maksimal dari goresan dan benturan. Tidak hanya itu, casing Traveler suitcase ternyata juga dapat dengan mudah dibersihkan. Case yang dirancang secara eksklusif untuk iPhone 44S ini, punya 5 pilihan warna menarik black, blue, red, silver dan gold.

Cooler Master Dorset Pouch iPhone 4S4

Berupa pouch modern dari synthetic wool felt dan suede leather dengan perpaduan warna krim dan cokelat. Kombinasi bahan tersebut tak hanya maksimal melindungi smartphone dari kotoran, goresan dan benturan, tapi juga anti-air. Didesain elegan dan ergonomik, case ini juga menyediakan kantong tambahan di bagian depan untuk menyimpan kartu kredit dan lainnya. Kompatibel untuk iPhone 4S4, sudah terdapat suede leather cord untuk mengeluarkan smartphone dari pouch.

Ahha Voz Flip Case iPhone 5S

Ingin iPhone 5 atau 5S terlindungi secara maksimal Case ini bisa menjadi salah satu solusinya. Berbahan kulit lunak berkualitas, case ini cukup efektif mencegah debu, kotoran maupun goresan akibat terbentur atau terjatuh. Dirancang berbentuk slim, case ini mudah dimasukkan ke dalam saku. Tersedia cover chat untuk memudahkan berkomunikasi, meski case dalam keadaan tertutup. Casing dengan akses mudah ke semua port smartphone ini, tersedia dalam warna black-red dan white-blue.

Mengisi Baterai Tanpa Soket

Baterai dan soket kontak bukan satu-satunya sumber listrik. Kelak, sumber energi bisa dihasilkan untuk smartphone dari lingkungan/alam sekitar kita. Ahli material AS dan Cinatelah mengembangkan generator mini yang bisa “mengesktrak” energi dari getaran halus. Generator ini terbuat dari sejenis plastik PVDF (polyvinylidene fluoride) yang menghasilkan listrik dari tekanan dan regangan. Fluoroplastic biasanya dipakai sebagai bahan pelapis dan filter, serta juga ditemukan dalam speakers dan mikrofon.

Generator dibuat dari PVDF compound yang disisipi dengan partikel zinc-oxide, yang dibentuk menggunakan hydrochloric-acid. Bentukan yang terjadi akan berstruktur pori yang lembut dan fleksibel, serta memiliki lubang besar. Bahan ini bersifat sangat sensitif terhadap segal jenis getaran. Lapisan film PVDF didapatkan dari proses akhir manufaktur. Foil tembaga tipis tersebar sebagai elektrode pada kedua sisinya. Anda cukup meletakkan smartphone yang dipasang nano-generator ini di kursi samping untuk memulai proses charging saat Anda mengemudi.

Baterai akan terisi saat getaran halus dengan nilai tertinggi pada tegangan 11 Volt dan arus 9.8 mikro Ampere (pada getaran 40 Hertz). Bahan yang digunakan generator ini juga murah dan tidak beracun. Spons PVDF juga mungkin ditempelkan pada badan manusia sebagai sumber energi. Nano-generator jug abisa dipakai sebagai charger sensor mikro. Namun, metode lain pun juga ada untuk tujuan tersebut, yaitu dengan mengambil energi dari gelombang radio.

Sumber energi dari gelombang radio

Menurut para ahli, lebih dari 50 milyar perangkat mikro akan saling berkomunikasi di tahun 2020. Semuanya membutuhkan energi, meskipun mustahil semua sensor di pinggir jalan harus dipasok listrik. Peneliti University of Washington telah mengembangkan sistem komunikasi radio yang menggunakan energi dari sinyal radion dan TV. Meskipun “serapan” energinya masih rendah, tapi sudah cukup untuk mentransmisikan pesan.

Kecepatannya transmisinya mencapai 1000 bps dan memanfaatkan gelombang pemancar TV yang berjarak 800 m hingga 11 km. Seperti halnya dinamo sepeda, pergerakan badan kita pun bisa dikonversikan menjadi energi listrik sehingga bisa dipakai unutk mengisi baterai smartphone. Peneliti Georgia Institute of Technology telah membuat sebuah generator (memiliki empat keping yang saling ditumpuk) yang dapat menghasilkan energi dari gesekan. Tiga keping terpasang statis (tidak bergerak). Suatu elektrode dipasang di atasnya.

Sebuah keping tembaga bergerak di atasnya. Tegangan dihasilkan ketika rotor menggesek lapisan emas yang ada di permukaannya. Generator pun menghasilkan arus yang stabil hingga 1.5 W. Generator ini relatif kecil (diameter 10 cm, volume 0.6 cm3) dan ringan (1,1 gr) sehingga bisa dikantongi. Dengan demikian, cobalah bayangkan betapa mudahnya Anda mendapat pasokan listrik di mana saja hanya dengan mengosok-gosok.

Manfaatkan Kekuatan Alam

Baterai umumnya memakai wujud solid sebagai pemasok elektron. Konsep redox (reduction-oxidation) flow atau sel basah menaruh harapan pada wujud cair. Dua garam metal dalam larutan bergerak berdampingan dalam sirkuit terpisah. Keduanya bergerak (dibantu pompa) dan saling bertemu pada suatu membran berpori. Saat pertukaran ion, selnya mengalami proses discharging dan recharging kembali ketika listrik diberikan.

Konsep ini bisa diterapkan di mobil listrik karena hanya perlu ditukar cairannya (mirip pengisian bensin pada mobil) tanpa butuh waktu recharging lama. Mobil berkonsep seperti ini ada pada Quant eSportlimousine yang diklaim memilki jarak tempuh hingga 600 Km (melalui simulasi). Mobil ini membutuhkan tangki besar (400 liter) sehingga bobotnya melebih dua ton! Quant e-Sportlimousine mungkin tidak akan hadir di jalanan. Sel Redox-flow masih memiliki dua masalah utama sebelum layak digunakan, yaitu penggunaan bahan yang mahal dan beracun, seperti vanadium, serta membrannya yang masih kurang kuat dan aman.

Sejauh ini, sel basah tanpa membran berhasil dibuat para ahli MIT, dimana dua cairan dala aliran berlapis tidak bercampur saat pertukaran ion. Para ahli bekerja dengan bahan bromine yang menjadi hydrogen bromide (hydrobromic acid) saat discharging. Sejauh ini, belum ada membran yang bisa tahan dengan asam ini. Saat bromide dipakai, densitas energi sel basah vanadium dapat digandakan kembali.

Bio-Baterai Jauh Lebih Unggul

Bahan organik diketahui cocok sebagai kurir energi (energy carrier), tidak mahal, dan umumnya tidak beracun. Peneliti Harvard telah mengembangkan sel basah yang mengandalkan quinone AQDS (kandungan di sayur rhubarb) sebagai penyimpan energi. Namun, bromine harus tetap digunakan. Densitasnya yang mencapai 6000 W/m2 merupakan bio-baterai pertama yang jauh lebih unggul daripada sel basah vanadium (800 W/m2).

Biayanya pun jauh lebih rendah (Vanadium 80 euros/kWh, quinone 27 euros/kWh). Sejauh ini bio-baterai diketahui mempunyai siklus charging hingga beberap ratus kali. Seperti sel rhubarb, baterai gula dari Virginia Tech juga tidak kalah unggul. Baterai gula memiliki densitas 10x lebih besar dibandingkan baterai Li-ion saat ini. Anode dari maltodextrin di permukaan larutan yang mengandung beberapa enzim, akan diurai dan melepaskan elektron. Meskipun, prediksi optimis menyebutkan bahwa baterai berbahan gula bakal hadir pada mobile device sekitar tiga tahun lagi, peneliti bio-baterai lainnya justru membatah asumsi tersebut.

Sony telah mulai merintis risetnya sejak tujuh tahun lalu dan hingga kini belum melaporkan adanya kemajuan yang signifikan. Berdasarkan prediksi yang lebih masuk akal, baterai super awet ini masih membutuhkan waktu yang relatif lama untuk terus dikembangkan. Diperkirakan, para ahli masih mebutuhkan satu dekade lagi sebelum kekuatan alam ini bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk teknologi baterai.

Rumah di Lahan Memanjang

Pertanyaan : Kami menginginkan rumah simpel yang minim perawatan. Selain itu juga kami ingin ada permainan tangga di dalam rumah. Lahan yang kami miliki 5m x 25m, dalam lahan yang sangat terbatas ini, yang kami butuhkan saat ini adalah sebagai berikut. 1. Carport 2. Ruang Tamu 3. Ruang keluarga (jika memungkinkan) 4. Ruang tidur utama 5. 2 ruang tidur anak 6. 2 ruang mandi di bagian depan dan belakang (jika memungkinkan) 7. Musala 8. Dapur 9. Jemuran dan taman.

Karena lahan kami yang begitu panjang, kami menginginkan adanya taman di dalam (tengah-tengah) rumah agar ruangan menjadi terang dan sejuk. Namun kami khawatir jika musim hujan datang, kira-kira bagaimana menurut Mas Wijoyo agar aman dari genangan air pada saat hujan?

Jawaban : Rumah Anda memiliki lebar yang terbatas, jadi seandainya Anda menginginkan adanya ruang dengan permainan tangga, saya rasa akan sangat tidak nyaman nantinya. Ruangan akan terpisahpisah oleh ketinggian lantai yang berbeda. Selain itu perbedaan ketinggian lantai di rumah yang luasnya terbatas mendatangkan lebih banyak bahaya untuk orang tua yang penglihatannya sudah berkurang dan anak-anak yang aktivitasnya banyak. Perbedaan ketinggian lantai dapat membuat mereka terjatuh.

Namun saya mencoba memberikan solusi alternatif rumah dengan permainan split level, yaitu permainan ketinggian separuh atau setengah lantai, berupa penambahan setengah lantai di antara dua lantai bangunan. Dengan cara ini rumah seolah memilki ruang dan lantai lebih. Untuk memasuki rumah dari teras, Anda akan naik tangga di luar rumah setinggi lebih kurang 1,50m. Demikian juga dari samping. Dengan demikian area foyer, ruang makan, dapur, dll., yang berada di level 0,00 memilki ketinggian 1,50m dari carport.

Dari level 0,00 ini Anda akan menaiki lagi tangga dengan ketinggian kurang lebih 1,80m yang sebetulnya merupakan bordes (area istirahat di tangga), untuk menuju ke lantai 2. Area bordes ini saya perluas menjadi sebuah ruang salat berikut tempat wudhunya. Ruang wudhu dan ruang salat ini dinamakan lantai mezanin. Dari lantai mezanin, Anda menaiki tangga lagi untuk menuju ke lantai 2.

Di sini ada ruang keluarga. Di lantai 2 ini, selain ruang keluarga, akan ada ruang tidur 2 buah berikut kamar mandi dan area servis (ruang cuci, jemur, dan setrika). Seandainya di kemudian hari Anda memerlukan ruang tidur pembantu, area servis ini masih cukup untuk dibuat sebuah kamar dan kamar mandi servis.

Dari denah Anda dapat melihat bahwa ruang terbuka yang ada tidak luas, namun cukup efektif untuk memasukkan sinar matahari dan sebagai sirkulasi udara. Semua ruang tidur mendapatkan bukaan yang cukup. Dapur dan ruang keluarga juga masih mendapatkan bukaan ke arah carport dan inner court di samping ruang tidur utama. Di lantai 2, apabila bukaan untuk ruang keluarga dirasakan kurang, Anda dapat membuat bukaan di atas ruang keluarga. Sebagai ilustrasi tampak, saya buatkan rumah anda menggunakan atap beton, yang memudahkan Anda jika ingin membuat bukaan di atap.

Nah itulah tips membangung rumah di lahan yang memanjang. Dan agar kenyamanan rumah tetap terjaga ketika listrik sedang padam dibutuhkan genset sebagai sumber listrik cadangan. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor jual genset Perkins di Bandung.

Photodex Pro show Gold 6.0

Khusus slideshow: Setelah selesai di-install ke PC, sebuah welcome screen akan menyapa Anda dan memberikan tiga opsi untuk menggunakan aplikasi ini. Opsi pertama adalah menggunakan wizard. Opsi ini cocok untuk Anda yang ingin membuat sli de show dengan bantuan langkah per langkah. Opsi kedua adalah blank show untuk Anda yang tidak memerlukan bantuan. Opsi ketiga adalah open show untuk membuka proyek yang sudah Anda kerjakan sebelumnya.

Bagi Anda yang memilih wizard, ada banyak bantuan yang bisa Anda manfaatkan, mulai dari memasukkan gambar, video, atau lagu, hingga menambahkan filter ke dalam slideshow. Objek gambar bisa diambil dari hard disk maupun mengimpornya dari sosial media yang Anda miliki, seperti Facebook, Flickr, Picasa, dan Instagram. Di wizard ini, Anda juga bisa melengkapi slideshow dengan theme (tema) yang sudah disediakan aplikasi Pro Show Gold. Di akhir wizard, Anda bisa menyelesaikan proses pembuatan slideshow dengan mengatur durasi tampilan foto.

Aplikasi ini memberikan tiga mode untuk durasi, yaitu low energy untuk tampilan foto yang lama di setiap slideshow, moderate untuk tampilan yang agak cepat, dan high energy untuk durasi yang lebih cepat. Ada satu mode di luar mode custom tadi, yaitu Auto. Dengan Auto, seluruh tampilan foto dan video akan menyesuaikan panjangnya lagu. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot untuk memotong lagu di akhir slideshow. Selanjutnya, setelah proses ini selesai, slideshow yang Anda buat akan ditampilkan dalam timeline di lembar kerja.

Sampai sini, sebenarnya Anda sudah memiliki slideshow yang menarik dan siap diekspor ke berbagai format. Namun, jika Anda ingin berkreasi lebih, Anda bisa mengeditnya lagi di timeline. Di lembar kerja, Anda bisa menambahkan title di awal dan akhir slideshow, mengedit efek transisi, hingga mengubah durasi setiap foto secara manual. Anda cukup mengklik ganda setiap foto dalam slideshow. Foto akan tampil dalam window terpisah dan Anda bebas memodifikasi profil yang ada. Hasil pengolahan aplikasi ini bisa di-burn ke DVD atau dishare ke berbagai sosial media.