Sekolah Berbasiskan Agama Jadi Pilihan

Beberapa waktu lalu nakita mengadakan survei kecil-kecilan melalui fan pages Facebook dan e-mail, mengenai alasan Mama Papa memilih suatu “sekolah” untuk si buah hati. Survei diikuti oleh 62 orangtua dan setiap responden boleh memberikan jawaban lebih dari satu. Hasilnya, sekolah berbasiskan agama dan jaraknya yang dekat dengan rumah, menjadi dasar pertimbangan banyak orangtua dalam memilih play group/taman kanak-kanak untuk buah hatinya. Tentu, masih ada sejumlah pertimbangan lainnya lagi, silakan Mama Papa lihat dalam boks “Hasil Survei”. Sebelum membahas lebih jauh mengenai pemilihan “sekolah” ini, ada baiknya kita simak dahulu testimoni dari beberapa orangtua yang menjadi peserta survei.

Indah Fitria Dewi Lestari, mama dari Raysheilla Alifa Zahra (Cibinong – Bogor) “Anak saya, Rayz (5) bersekolah di TK ABA Ar Ridhwan.

Pertimbangan saya memilih sekolah tersebut didasarkan pada keinginan saya untuk mengajarkan ilmu agama sedini mungkin, mengingat banyak sekali masalah yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini, yang sebenarnya berawal dari kurangnya budi pekerti dan juga pengetahuan agama. Jadi, selain belajar dan bermain, anak-anak di sekolah ini juga diajarkan membaca iqra, hafalan surat surat pendek, dan doa, sehingga ia bisa belajar sekaligus mengaji.”

Marthalina Lucy, mama dari Galen Yohanes Kobe Friendly (Pondok Gede – Bekasi)

“Saya menyekolahkan anak di TK St. Bellarminus dengan pertimbangan dekat rumah, hanya jalan kaki. Kurikulum belajarnya bagus dan disiplin.

Apalagi pelajaran agamanya sangat kuat. Guru-gurunya baik dan sabar mengajari anak. Karena belajar sambil bermain, anak-anak sangat senang dan betah belajar. Di sekolah juga ada ekskul menari, komputer, drumband, serta bahasa Inggris. Permainannya pun banyak, baik yang ada di luar kelas maupun di dalam kelas yang edukatif. Pertimbangan lainnya, sekolah memiliki kantin yang bersih dan makanannya pun terjamin, sehingga saya tidak khawatir setiap kali anak jajan. Sekolah juga memiliki dokter gigi dan ruang UKS. Sekolah ini telah membantu saya mendidik dan mengajari anak; anak saya makin cepat baca, tulis, dan hitung setelah belajar di sini.”

Dini Fitriasari, mama dari Hayfa Aretha Zizi (Telukjambe – Karawang)

“Saya menyekolahkan Zizi di TKIT Harapan Ummat Karawang dengan pertimbangan: 1. Sekolahnya berbasis agama, agar anak memiliki moral dan pegangan agama yang baik guna bekal hidupnya kelak. 2. Membatasi kapasitas murid sebanyak 15 anak untuk tiap kelas TK A dan TK B, sedangkan Kelompok Bermain sebanyak 10 anak. Tiap kelas didampingi dua guru sehingga kami tidak khawatir anak kami tidak diperhatikan. 3. Metode pembelajarannya memusatkan pada anak, bukan guru, sehingga membuat anak nyaman bersekolah. 4. Belajar dengan metode menyenangkan sehingga anak memahaminya dengan tingkat kesulitan sesuai usianya. 5. Guru yang bersahabat terhadap murid dan wali murid sehingga suasana kekeluargaan terasa baik. 6. Kegiatan yang tidak melulu belajar di kelas membuat anak senang.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing dapat memberikannya pelatihan di tempat les bahasa Perancis di Jakarta yang memiliki pembimbing profesional.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *